Efektivitas DJI Agras T50 dalam Pengendalian Hayati Singkong

Feb 14, 2026

Efektivitas DJI Agras T50 dalam pengendalian hayati singkong mendapat validasi ilmiah berdasarkan penelitian berjudul Drone-assisted augmentation of the parasitoid Anagyrus lopezi for cassava mealybug control in Indonesia yang dipublikasikan dalam jurnal Biodiversitas tahun 2025. Studi ini menguji pemanfaatan drone untuk mendistribusikan parasitoid Anagyrus lopezi dalam mengendalikan kutu putih singkong (Phenacoccus manihoti) di Indonesia.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelepasan agen hayati menggunakan drone menghasilkan tingkat parasitasi yang setara dengan metode manual. Namun dari sisi waktu dan efisiensi operasional, penggunaan drone memberikan keunggulan yang signifikan, khususnya pada skala lahan luas.

 

 

Tantangan Pengendalian Kutu Putih Singkong

 

Tantangan Pengendalian Kutu Putih Singkong

 

Kutu putih singkong merupakan hama invasif yang telah menyebabkan kerugian ekonomi di berbagai sentra produksi. Pendekatan pengendalian hayati menggunakan Anagyrus lopezi telah lama menjadi strategi yang terbukti efektif dalam menekan populasi hama ini.

Kendala utama di lapangan bukan pada efektivitas parasitoidnya, melainkan pada proses distribusi. Pelepasan secara manual membutuhkan waktu lama, tenaga kerja yang banyak, serta koordinasi kompleks apabila dilakukan pada hamparan luas. Dalam situasi serangan cepat, keterlambatan distribusi dapat memperburuk kondisi tanaman.

 

Peran DJI Agras T50 dalam Distribusi Parasitoid

 

Peran DJI Agras T50 dalam Distribusi Parasitoid

 

Studi oleh Wasik MA, dkk menyebut bahwa DJI Agras T50 digunakan untuk menyebarkan kapsul biodegradable berisi mumi parasitoid ke lahan singkong. Setelah dilepaskan, parasitoid akan menetas di lapangan dan mulai memarasit kutu putih secara alami.

Penggunaan DJI Agras T50 dalam studi ini ditujukan untuk alasan sebagai berikut:

 

Presisi Distribusi Berbasis Navigasi GPS

Sistem spreading pada DJI Agras T50 memungkinkan kapsul didistribusikan secara merata sesuai jalur terbang yang telah diprogram. Dukungan navigasi berbasis GPS membantu memastikan setiap petak lahan memperoleh perlakuan yang konsisten.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat parasitasi sekitar 47% pada metode pelepasan menggunakan drone DJI Agras T50. Angka ini hampir identik dengan metode manual dan jauh lebih tinggi dibandingkan lahan tanpa augmentasi parasitoid. 

Temuan tersebut menegaskan bahwa penggunaan drone DJI Agras T50 tidak menurunkan efektivitas biologis agen hayati.

 

Efisiensi Waktu yang Signifikan

Perbedaan paling mencolok terlihat dari sisi waktu operasional. Pelepasan menggunakan drone DJI Agras T50 hanya membutuhkan sekitar 25 menit per hektare. Sementara itu, penyebaran menggunakan metode manual dapat memakan waktu lebih dari tiga jam untuk luasan yang sama.

Dalam konteks kawasan produksi, efisiensi ini memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap peningkatan populasi hama. Selain itu, pada skala lahan tertentu, penggunaan drone DJI Agras T50 menunjukkan potensi efisiensi biaya dibandingkan distribusi manual.

 

 

Implikasi bagi Industri Drone Pertanian Indonesia

 

Implikasi bagi Industri Drone Pertanian Indonesia

 

Efektivitas DJI Agras T50 dalam pengendalian hayati singkong memperluas perspektif mengenai fungsi drone pertanian. Selama ini, drone lebih dikenal untuk aplikasi cair seperti penyemprotan pestisida dan pupuk. Penelitian ini menunjukkan bahwa drone juga dapat berperan sebagai platform distribusi agen hayati dalam sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Pendekatan ini tidak menggantikan prinsip pengendalian hayati yang sudah mapan, melainkan memperkuat implementasinya melalui teknologi presisi. Integrasi antara agen hayati dan sistem distribusi berbasis udara membuka peluang baru dalam praktik pertanian presisi yang lebih efisien dan terukur.

Pada akhirnya, efektivitas DJI Agras T50 dalam pengendalian hayati singkong menunjukkan bahwa transformasi pertanian dapat dilakukan dengan memperkuat metode yang sudah terbukti melalui dukungan teknologi modern. Dengan validasi ilmiah yang jelas, model ini berpotensi menjadi referensi pengembangan sistem pengendalian hama berbasis kawasan di Indonesia.

Tags news
Halaman sebelumnya

 

Jakarta

PT TRIBUANA SOLUSI INOVASI TEKNOLOGI

Gedung WTC Mangga Dua Lt. 3A

Jl. Mangga Dua Raya No. 8, Kel. Ancol,

Kec.Pademangan, Jakarta Utara 14430

Pekanbaru

PT TRIBUANA SOLUSI INOVASI TEKNOLOGI

Jl. Riau No.26, Kp. Baru, Kec. Senapelan,

Kota Pekanbaru, Riau 28291