Penggunaan drone pertanian semakin luas karena dianggap mampu mempercepat pekerjaan dan menghemat tenaga. Namun dalam praktik di lapangan, tidak sedikit petani yang justru menghadapi kendala saat pertama kali menggunakan drone pertanian, baik untuk spraying, spreading, lifting, atau mapping. Kesalahan umum petani saat pertama kali pakai drone sering bukan disebabkan oleh teknologinya, melainkan oleh kurangnya pemahaman terhadap cara kerja dan kesiapan operasional.
Apa saja kesalahan yang umum dilakukan petani saat pertama kali menggunakan drone pertanian? Berikut ini beberapa di antaranya:
Baca Juga: Mengapa Baterai Drone Habis Sendiri? Ini Jawabannya!
Menganggap Drone Pertanian Sama dengan Alat Semprot Manual
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah mengoperasikan drone sprayer dengan pola pikir seperti alat semprot konvensional. Banyak pengguna baru mengira bahwa semakin banyak cairan yang disemprotkan, maka hasilnya akan semakin baik.
Padahal, drone bekerja dengan prinsip presisi. Pengaturan kecepatan terbang, ketinggian, ukuran droplet, dan debit cairan harus disesuaikan. Tanpa penyesuaian tersebut, hasil semprot justru bisa tidak merata dan malah akan boros bahan.
Tidak Melakukan Kalibrasi Sebelum Terbang

Kalibrasi sering dianggap sepele, terutama oleh pengguna pemula yang ingin langsung mencoba terbang. Padahal, proses ini sangat penting untuk memastikan sensor, kompas, dan sistem semprot bekerja dengan benar.
Kesalahan umum petani saat pertama kali pakai drone adalah melewatkan tahap kalibrasi, yang berujung pada jalur terbang tidak presisi, semprotan tidak konsisten, hingga potensi gangguan keselamatan saat beroperasi.
Salah Mengatur Ketinggian dan Kecepatan Terbang
Banyak petani belum memahami bahwa ketinggian dan kecepatan terbang sangat memengaruhi hasil semprotan. Terbang terlalu tinggi membuat droplet mudah terbawa angin, sementara terbang terlalu rendah berisiko merusak tanaman.
Kecepatan yang terlalu cepat juga membuat cairan tidak sempat menempel optimal pada tanaman. Pengaturan ini seharusnya disesuaikan dengan jenis tanaman, kondisi angin, dan kebutuhan aplikasi di lapangan.
Kurang Memperhatikan Kondisi Cuaca

Drone pertanian sangat sensitif terhadap kondisi cuaca, terutama angin dan kelembapan. Hal yang juga sering menjadi kesalahan umum petani saat pertama kali pakai drone adalah memaksakan terbang saat kondisi angin tidak ideal.
Faktanya, angin kencang dapat mengganggu stabilitas drone dan mengacaukan sebaran semprotan. Akibatnya, hasil kerja tidak maksimal dan risiko kerusakan unit meningkat.
Tidak Memahami Kapasitas dan Batas Kerja Drone
Setiap drone memiliki batas angkut, durasi terbang, dan kapasitas baterai yang berbeda. Pengguna baru sering kali memaksakan muatan atau durasi kerja di luar batas aman.
Kesalahan ini dapat mempercepat keausan komponen, menurunkan performa drone, bahkan memicu gangguan teknis saat operasi berlangsung.
Mengabaikan Perawatan Setelah Penggunaan

Setelah selesai digunakan, drone pertanian seharusnya dibersihkan dan diperiksa. Namun dalam praktiknya, tahap ini sering dilewatkan. Padahal, sisa cairan semprot yang mengendap di nozzle, pompa, atau selang dapat memicu penyumbatan dan kerusakan.
Faktanya, perawatan sederhana setelah penggunaan justru menjadi kunci agar drone tetap bekerja optimal dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Kesalahan umum petani saat pertama kali pakai drone pertanian sebenarnya dapat dihindari jika penggunaan diawali dengan pemahaman teknis dan pendampingan yang tepat. Ingat, drone bukan sekadar alat terbang, tetapi sistem kerja yang membutuhkan pengaturan dan perawatan khusus.
Jika Anda baru mulai menggunakan drone pertanian atau ingin memastikan operasional berjalan optimal, PT Tribuana Solusi Inovasi Teknologi siap membantu Anda!
TSIT adalah authorized dealer DJI Agriculture yang menyediakan unit drone pertanian canggih, seperti DJI Agras T25P, T70P, dan T100. Di samping menyediakan unit, TSIT juga memberikan pendampingan teknis dan layanan purna jual profesional agar Anda tidak salah langkah di awal penggunaan.
Jangan ragu, segera hubungi kami melalui WhatsApp TSIT untuk mendapatkan informasi dan konsultasi sesuai kebutuhan Anda di lapangan!