Usia Petani dan Tantangan Fisik di Lapangan, Ini Faktanya!

Dec 26, 2025

Usia petani dan tantangan fisik semakin terasa di banyak wilayah pertanian Indonesia. Di lapangan, tidak sedikit petani yang tetap bekerja keras meski usia sudah tidak lagi muda. 

Rutinitas harian tetap menuntut aktivitas fisik tinggi, mulai dari berjalan menyusuri lahan, membawa peralatan semprot, hingga berhadapan langsung dengan cuaca dan bahan kimia pertanian. Kondisi ini kerap dianggap sebagai bagian wajar dari kehidupan bertani. 

Padahal, ketika usia bertambah sementara beban kerja tidak berkurang, risiko terhadap kesehatan dan keselamatan kerja ikut meningkat. Tantangan fisik yang dihadapi petani saat ini bukan hanya soal stamina, tetapi juga tentang bagaimana pekerjaan di lapangan dapat dilakukan dengan cara yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

 

Baca Juga: 7 Keunggulan Drone Sprayer dalam Pertanian Modern

 

 

Beban Kerja Fisik yang Tidak Berkurang Seiring Usia

 

Beban Kerja Fisik yang Tidak Berkurang Seiring Usia

 

Di lapangan, bertambahnya usia petani sering kali tidak diikuti dengan perubahan metode kerja. Banyak aktivitas pertanian masih dilakukan secara manual, mulai dari penyemprotan pestisida, pemupukan, hingga pemantauan kondisi tanaman.

 

Aktivitas Manual yang Menguras Tenaga

Penyemprotan manual mengharuskan petani membawa tangki semprot, menjaga tekanan cairan, dan berjalan menyusuri lahan dalam waktu lama. Bagi petani berusia lanjut, aktivitas ini meningkatkan risiko kelelahan, nyeri otot, hingga cedera fisik yang dapat menghambat pekerjaan harian.

 

Paparan Lingkungan dan Bahan Kimia

Selain beban fisik, petani juga berhadapan dengan paparan cuaca ekstrem dan bahan kimia pertanian. Seiring bertambahnya usia, daya tahan tubuh cenderung menurun sehingga risiko gangguan kesehatan akibat paparan ini menjadi lebih tinggi jika tidak dikelola dengan baik.

 

 

Dampak Tantangan Fisik pada Produktivitas Pertanian

 

Dampak Tantangan Fisik pada Produktivitas Pertanian

 

Usia petani dan tantangan fisik tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga memengaruhi hasil kerja di lahan. Kelelahan fisik dapat menurunkan ketelitian, memperlambat pekerjaan, dan meningkatkan potensi kesalahan operasional.

 

Risiko Kesalahan Aplikasi di Lapangan

Dalam praktik penyemprotan, kelelahan sering berujung pada dosis yang tidak konsisten atau sebaran yang tidak merata. Kondisi ini berpotensi menurunkan efektivitas perlindungan tanaman sekaligus meningkatkan pemborosan input pertanian.

 

Keselamatan Kerja yang Semakin Rentan

Petani dengan kondisi fisik menurun juga lebih rentan mengalami kecelakaan kerja, seperti terpeleset di lahan basah atau terpapar pestisida secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa isu usia petani berkaitan erat dengan aspek keselamatan kerja di lapangan.

 

 

Peran Teknologi dalam Mengurangi Tantangan Petani

 

Peran Teknologi dalam Mengurangi Tantangan Petani

 

Menghadapi realitas tersebut, pendekatan teknologi menjadi semakin relevan. Teknologi pertanian modern memungkinkan sebagian beban kerja fisik dialihkan ke sistem yang lebih aman dan efisien, tanpa mengurangi kualitas pekerjaan di lahan.

 

Mengurangi Beban Kerja Manual

Pemanfaatan drone pertanian memungkinkan proses penyemprotan dan pemantauan dilakukan tanpa harus membawa beban berat atau berjalan jauh di lahan. Petani dapat mengoperasikan teknologi dari jarak yang lebih aman dengan kontrol yang stabil dan terukur.

 

Meningkatkan Presisi dan Keamanan

Dengan sistem semprot presisi dan sudut pandang udara, aplikasi pestisida menjadi lebih tepat sasaran. Pendekatan ini membantu mengurangi paparan langsung terhadap bahan kimia, sehingga lebih aman bagi petani, terutama mereka yang berusia lanjut.

 

Data dan Presisi sebagai Pendukung Pertanian Berkelanjutan

Teknologi tidak hanya menggantikan tenaga fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Data visual dan pengaturan aplikasi yang lebih akurat membantu petani bekerja lebih efisien, menjaga kesehatan, dan mempertahankan produktivitas lahan dalam jangka panjang.

 

 

Kesimpulan

 

Usia petani dan tantangan fisik merupakan kenyataan yang tidak bisa dihindari, tetapi dapat dikelola dengan pendekatan yang tepat. Mengurangi beban kerja fisik, meningkatkan keselamatan, dan menjaga presisi aplikasi menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan pertanian di tengah perubahan demografi petani.

PT Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT) mendukung transformasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi drone pertanian yang dirancang untuk membantu petani bekerja lebih aman, presisi, dan efisien. 

TSIT merupakan authorized dealer DJI Agriculture yang senantiasa mendampingi implementasi teknologi di lapangan agar solusi yang diterapkan sepenuhnya relevan dengan kondisi dan kebutuhan petani Indonesia.

TSIT menyediakan berbagai pilihan drone pertanian, mulai dari DJI Agras T25P, T70P, hingga T100 untuk menjawab kebutuhan lahan kecil hingga skala besar secara lebih terukur dan berkelanjutan. Klik WhatsApp TSIT untuk langsung terhubung dengan kami!

Tags article drone pertanian drone perta
Halaman sebelumnya

 

Jakarta

PT TRIBUANA SOLUSI INOVASI TEKNOLOGI

Gedung WTC Mangga Dua Lt. 3A

Jl. Mangga Dua Raya No. 8, Kel. Ancol,

Kec.Pademangan, Jakarta Utara 14430

Pekanbaru

PT TRIBUANA SOLUSI INOVASI TEKNOLOGI

Jl. Riau No.26, Kp. Baru, Kec. Senapelan,

Kota Pekanbaru, Riau 28291