Cara Membaca Warna Vegetasi dari Hasil Drone Mapping

Dec 05, 2025

Setelah melakukan mapping lahan menggunakan drone, banyak petani melihat hasil berupa peta berwarna dengan gradasi hijau, kuning, hingga merah. Tidak sedikit yang bertanya, apa sebenarnya arti warna-warna tersebut? Padahal, kemampuan membaca warna vegetasi dari hasil drone mapping adalah kunci penting untuk memahami kondisi tanaman secara menyeluruh dan mengambil keputusan yang lebih tepat di lapangan.

Faktanya, peta vegetasi bukan sekadar tampilan visual. Setiap warna merepresentasikan kondisi kesehatan tanaman berdasarkan pantulan cahaya yang ditangkap sensor drone. 

Dengan memahami maknanya, petani bisa mengetahui area mana yang sehat, mulai bermasalah, hingga membutuhkan penanganan segera.

 

 

Apa Itu Warna Vegetasi dalam Mapping Drone?

 

Apa Itu Warna Vegetasi dalam Mapping Drone?

 

Warna vegetasi umumnya dihasilkan dari pengolahan data citra multispektral, termasuk indeks vegetasi, seperti NDVI (Normalized Difference Vegetation Index). Data ini menunjukkan tingkat kehijauan dan aktivitas fotosintesis tanaman.

Secara sederhana, warna pada peta vegetasi menggambarkan seberapa sehat tanaman di suatu area. Semakin optimal proses fotosintesisnya, semakin “baik” pula warna yang ditampilkan.

 

Baca Juga: DJI Mavic 3 Multispectral, Drone Compact untuk Pertanian Presisi dan Analisis Lahan

 

Arti Warna Hijau pada Peta Vegetasi

Warna hijau biasanya menandakan tanaman dalam kondisi sehat. Daun berkembang dengan baik, kandungan klorofil optimal, dan proses fotosintesis berjalan normal.

Area dengan dominasi warna hijau menunjukkan bahwa tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup, tidak mengalami stres air, dan relatif bebas dari serangan hama maupun penyakit.

Bagi petani, area ini tidak memerlukan perlakuan khusus. Justru bisa dijadikan acuan atau pembanding dengan area lain yang kondisinya kurang optimal.

 

Arti Warna Kuning hingga Oranye

Warna kuning atau oranye menandakan bahwa tanaman mulai mengalami stres ringan hingga sedang. Kondisi ini sering kali belum terlihat jelas secara kasat mata jika dipandang langsung dari permukaan lahan.

Beberapa kemungkinan penyebabnya, seperti kekurangan unsur hara tertentu, distribusi air yang tidak merata, awal serangan hama atau penyakit, serta tanaman tumbuh tidak seragam.

Di sinilah pentingnya membaca warna vegetasi dari hasil drone mapping. Petani bisa melakukan pengecekan langsung ke titik tersebut dan memberikan perlakuan yang lebih spesifik, tanpa harus menyemprot atau memupuk seluruh lahan.

 

Arti Warna Merah pada Peta Vegetasi

Warna merah biasanya menjadi indikator peringatan. Area ini menunjukkan tanaman dalam kondisi stres berat atau mengalami gangguan serius.

Penyebab warna merah bisa meliputi serangan hama atau penyakit yang sudah berkembang, tanaman mati atau rusak, kekurangan air parah, dan kerusakan akar atau genangan berkepanjangan.

Dengan informasi ini, petani bisa segera melakukan tindakan korektif. Misalnya penyemprotan terarah menggunakan drone pertanian, perbaikan sistem drainase, atau pengendalian hama secara lebih fokus.

 

 

Mengapa Warna Vegetasi Sangat Penting bagi Petani?

 

Mengapa Warna Vegetasi Sangat Penting bagi Petani?

 

Tanpa bantuan drone mapping multispektral, petani sering kali baru menyadari masalah ketika kerusakan sudah menyebar luas. Namun, dengan membaca warna vegetasi dari hasil mapping, deteksi bisa dilakukan jauh lebih dini.

Tidak hanya itu, mengetahui perbedaan warna vegetasi dari hasil pemetaan juga bermanfaat untuk menghemat biaya pupuk dan pestisida, penyemprotan menjadi lebih tepat sasaran, mengurangi risiko gagal panen, serta meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.

Data visual dari drone pemetaan juga membantu petani mengambil keputusan berdasarkan kondisi nyata, bukan sekadar perkiraan tanpa acuan.

 

 

Peran Drone Pertanian dalam Tindak Lanjut Mapping

 

Peran Drone Pertanian dalam Tindak Lanjut Mapping

 

Setelah mengetahui kondisi lahan melalui peta vegetasi, drone pertanian dapat langsung digunakan untuk tindakan lanjutan. Penyemprotan pestisida, pemupukan cair, atau nutrisi tambahan bisa difokuskan hanya pada area yang bermasalah.

Pendekatan ini membuat pengelolaan lahan menjadi lebih presisi, hemat waktu, dan ramah lingkungan. Inilah alasan mengapa mapping dan spraying dengan drone saling melengkapi dalam praktik pertanian modern.

 

 

Kesimpulan

 

Kemampuan membaca warna vegetasi dari hasil mapping membantu petani memahami kondisi tanaman secara cepat dan akurat. Warna hijau menandakan tanaman sehat, kuning hingga oranye menunjukkan stres awal, sementara merah menjadi tanda perlunya penanganan segera.

Dengan dukungan drone pertanian, pemetaan hingga tindak lanjut di lapangan dapat dilakukan lebih efisien dan tepat sasaran. Bagi petani modern, pengelolaan lahan berbasis data kini menjadi kebutuhan penting.

Ingin menerapkan drone mapping dan spraying di lahan Anda? Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT) siap menjadi mitra Anda!

Sebagai authorized dealer DJI Agriculture, TSIT menyediakan solusi drone untuk mapping, spraying, spreading, hingga lifting, didukung layanan after sales profesional dan teknisi berpengalaman.

Klik WhatsApp TSIT untuk terhubung langsung dengan tim kami!

Tags article drone pertanian drone pemetaan
Halaman sebelumnya

 

Jakarta

PT TRIBUANA SOLUSI INOVASI TEKNOLOGI

Gedung WTC Mangga Dua Lt. 3A

Jl. Mangga Dua Raya No. 8, Kel. Ancol,

Kec.Pademangan, Jakarta Utara 14430

Pekanbaru

PT TRIBUANA SOLUSI INOVASI TEKNOLOGI

Jl. Riau No.26, Kp. Baru, Kec. Senapelan,

Kota Pekanbaru, Riau 28291